Cirebon – 3 Januari 2026, Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, menegaskan pentingnya hilirisasi dan penerapan standar ekspor sebagai pengungkit utama kesejahteraan petani garam serta nelayan di Kabupaten Cirebon. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Karantina Ekspor Produk Perikanan (Garam) yang diselenggarakan di wilayah tersebut.
Menurut Prof. Rokhmin Dahuri, yang juga merupakan pakar kelautan dan ekonomi biru nasional, kunci utama untuk meningkatkan daya saing garam Cirebon di pasar internasional terletak pada beberapa faktor krusial. Pertama, mutu produk harus terus ditingkatkan agar memenuhi standar ekspor. Kedua, harga harus tetap kompetitif di pasar global. Ketiga, pasokan garam harus stabil sepanjang tahun. Keempat, proses produksi harus ramah lingkungan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan dukungan komprehensif melalui peningkatan keterampilan petani garam, penerapan teknologi produksi modern, pengemasan yang higienis dan menarik, strategi pemasaran yang efektif, serta kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku usaha garam skala kecil dan menengah.

“Kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pelaku usaha menjadi kunci utama agar garam Cirebon dapat naik kelas dan siap menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Dengan hilirisasi yang tepat, tidak hanya nilai tambah produk meningkat, tetapi juga kesejahteraan ribuan petani garam dan nelayan di wilayah pesisir Cirebon akan semakin terjamin,” ujar Prof. Rokhmin Dahuri.
Kabupaten Cirebon dikenal sebagai salah satu sentra produksi garam terbesar di Jawa Barat, dengan luas lahan tambak garam yang mencapai ribuan hektare. Namun, selama ini sebagian besar garam produksi lokal masih dijual dalam bentuk mentah dengan harga rendah. Melalui Bimtek Karantina Ekspor ini, pemerintah dan DPR RI berupaya mempercepat transformasi sektor garam menjadi industri yang berorientasi ekspor, sejalan dengan agenda nasional hilirisasi sumber daya kelautan dan perikanan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Prof. Rokhmin Dahuri sebagai wakil rakyat dapil Cirebon-Indramayu dalam memperjuangkan pengembangan ekonomi biru yang inklusif, berdaya saing tinggi, serta ramah lingkungan demi kesejahteraan masyarakat pesisir Indonesia.
