Cirebon – Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, dari Daerah Pemilihan Jawa Barat 8, melakukan kunjungan kerja ke peternakan ayam broiler modern milik Mas Heri, Kepala Desa Sumur Kondang, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Peternakan yang dikelola Mas Heri ini termasuk salah satu yang terbesar di Jawa Barat, dengan kapasitas mencapai 200.000 ekor ayam pedaging. Usaha ini memiliki potensi omzet mencapai hingga Rp1 miliar per bulan, menunjukkan skala dan efisiensi operasional yang tinggi.
Dalam kunjungan tersebut, Mas Heri memaparkan bahwa peternakannya menerapkan sistem otomatisasi tiga lantai yang terinspirasi dari model peternakan di Thailand. Sistem ini memanfaatkan konveyor otomatis untuk meminimalkan kadar amonia di dalam kandang sekaligus meningkatkan efisiensi produksi secara signifikan. Limbah kotoran ayam diolah lebih lanjut menjadi pupuk organik dan gas, menciptakan siklus produksi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Saat ini, peternakan tersebut sedang dalam proses pembangunan kandang baru dengan nilai investasi mencapai Rp12 miliar. Proyek ekspansi ini dilakukan bekerja sama dengan beberapa perusahaan pakan ternak besar seperti Japfa dan Kompan. Tujuan utama pembangunan tersebut adalah untuk semakin mengurangi kadar amonia, meningkatkan produksi pupuk organik, serta menekan angka kematian ayam akibat faktor lingkungan kandang.
Selain aspek teknologi dan lingkungan, peternakan ini juga memberikan kontribusi sosial yang penting dengan menyerap banyak tenaga kerja lokal, sehingga turut mendukung perekonomian masyarakat sekitar.
Mas Heri menyampaikan usulannya kepada Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, agar model bisnis peternakan modern semacam ini dapat direplikasi oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di berbagai wilayah. Menurutnya, pendekatan ini dapat menjadi solusi konkret dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
Meski bisnis peternakan ayam broiler tergolong stabil, Mas Heri tidak lupa menyampaikan keluhan terkait permainan harga oleh beberapa perusahaan pakan ternak besar. Praktik tersebut sering merugikan peternak mandiri, terutama menjelang hari raya besar ketika permintaan meningkat tajam.
Di luar sektor peternakan, Kepala Desa Sumur Kondang juga mengeluhkan kondisi proyek embung yang dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan mangkrak sejak tahun 2019. Embung tersebut dinilai belum berfungsi optimal dalam menampung air, padahal memiliki potensi besar untuk mencegah banjir di wilayah sekitar serta menyediakan air irigasi bagi lahan pertanian sawah.

Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, menyambut baik berbagai aspirasi dan keluhan yang disampaikan Mas Heri. Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan peternak lokal serta percepatan penyelesaian infrastruktur dasar di daerah pemilihannya melalui forum Komisi IV DPR RI dan koordinasi dengan kementerian terkait.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya wakil rakyat untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat, menyerap aspirasi langsung, serta mendorong pengembangan sektor peternakan yang modern, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan petani serta peternak di Indonesia.
